SEMUA TERJADI KARENA SUATU ALASAN
Tuesday, April 3rd, 2007 Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki
sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot.
Namun, sesuatu pun terjadilah.
Gedung Putih mengumumkan mencari
warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik
Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku
seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington
.. Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop
resmi berlogo NASA.
Doaku terkabulkan. Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.Selama beberapa minggu berikutnya,
perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan
mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku
semakin dekat pada impianku.
Beberapa waktu kemudian, aku menerima
panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space
Center ..
Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku
menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada
simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara.
Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ?.
Tuhan,
biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa. Lalu tibalah berita
yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah.
Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap,
dan amarah menggantikan kebahagiaanku.
Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa
Tuhan?. Kenapa bukan aku?. Bagian diriku yang mana yang kurang?. Mengapa
aku diperlakukan kejam?. Aku berpaling pada ayahku. Katanya,"Semua terjadi
karena suatu alasan."
Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama
teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati
menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan,
aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa
bukan aku?. Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua
pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan
menewaskan semua penumpang.
Aku teringat kata-kata ayahku,"Semua
terjadi karena suatu alasan." Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu,
walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain
untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku
tidak kalah; aku seorang pemenang.
Aku menang karena aku telah kalah.
Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua
doaku dikabulkan.
Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara :
1. Apabila Tuhan mengatakan YA
Maka kita akan mendapatkan apa yang kita
minta
2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK
Maka kita akan
mendapatkan yang lebih baik
3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU
Maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dengan
kehendak NYA
